Kamis, 05 Oktober 2017

Rumah Limas, Rumah Adat Sumatra Selatan yang Kian Ditinggalkan

Rumah Limas adalah rumah tradisional warga Sumatra Selatan. Rumah ini memiliki ciri khas atap berbentuk limas, lantai bertingkat-tingkat, dan lahan rumah yang luas. Setiap unsur di rumah limas memiliki filosofi budaya tersendiri. Hal ini membuat nilai budaya rumah Limas tinggi.


Tingkatan dalam rumah Limas disebut bengkilas. Tempat menerima tamu di rumah ini adalah di teras atau lantai dua. Rumah Limas memiliki luas antara 400 hingga 1.000 meter persegi. Saking luasnya, rumah Limas biasa digunakan untuk menerima hajat atau mengadakan acara adat. Luasnya lahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah Limas menjadi alasan mengapa dewasa ini semakin jarang ditemukan rumah Limas.

Selain itu, material pembuat rumah Limas juga beraneka ragam. Dinding, lantai, dan pintu rumah dibuat dari kayu Tembesu. Tiang rumah dibuat dari kayu Unglen yang tahan air. Sedangkan rangka rumah terbuat dari kayu Seru. Dalam budaya orang Palembang, kayu Seru dilarang untuk diinjak atau dilangkahi. Maka dari itu, kayu yang cukup langka ini tidak digunakan untuk bagian bawah rumah Limas.

Rumah Limas memiliki lima ruangan yang menyimbolkan lima jenjang kehidupan bermasyarakat. Ruangan tersebut dinamakan Kekijing yang menyimbolkan usia (Pagar Tenggalung), jenis (Jogan), bakat (Kekijing Ketiga), pangkat (Kekijing Keempat), martabat (Gegajah).

Dalam kebudayaan Palembang, dikenal tiga garis keturunan asli masyarakat Palembang. Garis keturunan atau kedudukan masyarakat Palembang ini disebut Kiagus, Kemas dan atau Massagus, serta Raden. Garis keturunan ini disimbolkan dengan tingkat atau kijing yang dimiliki rumah Limas. Tingkatan rumah terendah adalah tempat berkumpulnya golongan Kiagus, tingkat kedua tempatnya garis keturunan Kemas dan atau Massagus, dan tingkat terakhir untuk golongan Raden.

Meskipun sudah jarang ditemukan, wisatawan masih dapat melihat rumah Limas. Tercatat ada dua rumah Limas yang sering dikunjungi wisatawan. Yang pertama adalah rumah Limas milik keluarga Bayuki Wahab. Alamatnya di Jalan Mayor Ruslan. Yang kedua adalah milik keluarga Hasyim Ning di Jalan Pulo, 24 Ilir, Kota Palembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gunung Kencana, Sensasi Alam Liar dan Tantangan Bagi Pendaki

Ada satu gunung di Bogor yang keberadaannya mungkin belum diketahui banyak orang. Gunung itu adalah Gunung Kencana. Terletak di Kampung Rawa...